Salam

Ahlan Wa Sahlan, Sugeng Rawuh…

Selamat datang di gubuk mungil mayaku ini, para sederek-sedulur ingkang dhahat kinormatan. Silahkan beristirah barang sejenak menikmati panorama maya dan kata antik berukir yang saya gelar di etalase gubuk mungil maya ini. Semoga dapat memberikan pijatan-pijatan refleksi pada syaraf pikir kita. Sumonggo…

Eyang putri pernah mewanti-wanti, Kanjeng Nabi sampun aparing dawuh “Setiap manusia bertanggung jawab terhadap apa yang dilakoninya di dunia ini.” Singkatnya, tak seorangpun yang bakal lolos dari tanggung jawab. Pada sidang pengadilan Allah nanti, tak ada lagi namanya naik banding, tak ada lagi penundaaan masa sidang, penjatuhan saksi wajib lapor atau status tahanan rumah. Walaupun bergunung-gunung alasan dibangun dan beribu-ribu dalih dibentengbatukan, namun semua itu, tak ubahnya seperti api yang menjilat air, tak ada gunanya, percuma. Allah memiliki Maha Karya Cipta yang serba linuwih untuk membungkam semua hujah–hujah kebatilan yang dijadikan junnah (tameng), tidak bersalah.

Konsekuensinya, hidup ini harus selalu dijaga agar tidak keluar dari tanggung jawab. Bagaimana bentuknya? Pengabdian yang tulus dan tak mengenal ujung batas kepada Sang Pencipta. Kehidupan ini telah banyak memberikan pelajaran yang berarti. Berbagai peristiwa yang terjadi di alam ini, baik yang menimpa kita atau yang lain, mestinya membuat kita terus berpikir ulang mengenai langkah-langkah yang lalu. Menjalani hidup ternyata tak semudah yang di bayangkan oleh sebagian orang, menyenangkan. Walaupun bukan tindakan yang bijak bila harus duduk menyerah tanpa daya. Perjuangan untuk hidup tak sama dengan hidup untuk perjuangan. Dan hal itu adalah tanggung jawab kita.

Kepedulian Kepada Sesama

Di zaman sepuh ini, banyak kita temui orang-orang yang tak mau lagi peduli dan acuh dengan kondisi orang lain. Rupanya kehidupan hedonis kapitalistik telah membentuk banyak manusia berhati batu. Meski sebenarnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Walaupun mengerti tetapi hati terpenjara dalam jeruji. Jeruji apa? Jeruji individualisme. Hidup penuh dengan ego diri. Tak sadar dimana kakiberpijak dan apa yang di injak.

Pernah disitir dalam sebuah hadist bahwa barangsiapa yang bangun di pagi hari, tetapi ia tidak memiliki kepedulian dengan sesamanya, maka ia bukan golonganku, demikian sabda baginda Nabi. Tak perlu banyak bermain logika dalam memaknai pernyataan ini. Secara wajar kita menganggap bahwa orang yang sudah kehilangan kepedulian kepada sesamanya menandakan hatinya telah mati. Sah-sah saja jika dianggap bukan termasuk golonganku, pada dawuh Nabi tersebut. Karena Kaum Muslimin bukanlah kumpulan orang-orang yang mendewa-dewakan kepentingan pribadi dan abai, acuh terhadap kepentingan saudaranya. Bagaimana mungkin ia dianggap sebagai bagian dari kaum muslimin, padahal ia sama sekali tidak peduli kepada mereka. Ia hanya peduli dengan dirinya sendiri, mboh orang lain begini kek, begitu kek, ra sudi mikir, ngabot-ngaboti pikiran! Ora pateken. Sing penting awak dewe makmur, wong liyo mengko ae..

Saya mencoba apa adanya, menjadi diri sendiri, tanpa mematikan kepedulian kepada sesama. Kalaupun terasa pahit dalam hidup ini, masih bisa kita carikan gulanya. Kalaupun terlalu manis hidup ini, masih bisa kita temukan penawarnya. Karena bagaimanapun, disadari atau tidak kita telah mengambil alih peranan tanggung jawab sebagai seorang mukmin. Maka sudah selayaknya, seorang mukmin harus selalu peduli, karena hal itu adalah bagian dari tanggung jawabnya.

Sungguh indah gambaran yang diberikan oleh Rasulullah dalam hadistnya ”Sungguh sangat mengagumkan corak hidup orang beriman itu. Jika ia ditimpa kemalangan ia akan bersabar dan itu baik baginya. Sebaliknya jika ia mengalami keberuntungan hidup ia akan bersyukur dan itupun baik bagi. Dan hal itu tidak terdapat pada diri seorangpun kecuali seorang mukmin.”

Saya berharap blog ini, bisa menentramkan hati setiap orang dengan apa adanya. Menyejukkan apa adanya, wajar tanpa ditutup-tutupi, ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Jadinya, plong…

Akhirnya, kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi. Tapi kalau tak ada sumur di ladang, ya..sudahlah, Biarkan saja. Wallahua’lam bish Showab

Khalid Wahyudin

22 thoughts on “Salam

  1. Assalaamu’alaikum wr wb

    Salam kenal ya🙂
    Tetap semangat mendakwahkan Islam.

    O. Solihin

    Insyaallah, Mas Oleh. Salam kenal balik. Sebelum anda mengenal saya, saya lebih dulu kenal anda, lewat tulisan2 anda. Ah, dunia ini memang sempit. Makasih Mas Oleh. Keistiqomahan adalah salah satu jalan meraih pertolongan Allah. Semangat terus. Terus semangat!

  2. Congratulation!! My best friend. I proud with your coment in your bloger. we must give contribution to Da’wah in Our country. You must go on !! friends!! Don’t care about the big satanic statement in the world!! viva forever!! we are still a live!!

  3. salam kenal, mas! semoga blog ini bermanfaat bagi semuanya. terus belajar dan berkarya adalah jalan bagi seseorang yang menginginkan keberhasilan dalam kehidupan. Teruslah berjuang!

  4. saya sementara ini, bolehlah dikatakan terkesan dengan upaya njenengan mbikin blog ini. ya, itung-itung nambah ngelmu lan pikertilah. Nah, berhubung kulo dereng saget, nanti njenengan ajari,ya. Itung-itung nambah pahala he..he…

  5. Salam perkenalan nih buat kang khalid. nama saya ahmad, jujur saja saya tki di saudi arabia. sempat sih saya duduk di fak dakwah jur kpi, tap sayang, gak tamat, keburu terhempas jadi tki. tapi ga apa-apalah, itung-itung pengalaman. Oya, gimana kabar UIN skarng, kabarnya mau jadi kampus scientific, betulkah? mudah-mudahan.

    oya, saya sepakat apa yang kang khalid fikirkan bahwa masing-masing kita punya personal responsibility baik terhadap Allah maupun terhadap masyarakat, apalagi seorang mahasiswa seperti kang wahyudi (tentu juga saya, meski bukan mahasiswa utuh), punya tanggung jawab akademis buat masyarakat.
    kepedulian kita perlu kita tunjukan kepada sesama, setidaknya apa yang kita miliki, baik berupa pemikiran, atau syukur-syukur yang berbentuk materi kalau itu memang ada.

    kang khalid, sebagian orang indo (termasuk orang kampus) mungkin masih punya mindset yang “pokoknya gue”. tentu saja mindset ini mengacu kepada cara ia berfikir. mindsetnya terlalu kapitalis atau selfish atau anani, atau juga individualist.
    memang tidak mudah membuat perubahan pada cara berfikir orang. paling tidak, perubahan itu harus dimulai dan dipasang lebih dulu dari diri kita sendiri. lalu apa yang selama ini kita jalanin, kita coba artikulasikan dalam sebuah tulisan sehingga akan bersejarah setidaknya bagi penulis sendiri, syukur-syukur kalau kemudian dipublikasikan sehingga orang lain bisa belajar dari pengalaman kang khalid.
    kang khalid, sekian dulu nih dari saya. oya, saya punya link bagus untuk sahabat-sahabat seperti kang khalid, tertutama jika kang khalid tertarik sama isu-isu motivasi dan cara berfikir, ini dia situsnya…
    http://www.jennieforindonesia.com/.
    selamat berkunjung ria.
    ahmad
    riyadh, saudi arabia

    Alhamdulillah, sahabat saya bertambah lagi. Dari negeri yang jauh jenengan sudi mampir di gubug maya saya ini. Sukron ‘ala ihtimamikum. Jenengan benar, tak ada yang bisa mengubah manusia selain dirinya sendiri. Saya pikir kebangkitan manusia itu diawali dari kebangkitan pola pikirnya atas kehidupan, alam semesta dan dirinya sendiri. Kita masing-masing memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Bahagia sekali, kalau di hadapan pengadilan Allah kelak, kita bisa mempersembahkannya dengan baik. Salam kenal balik Mas Yadi. Senagn sekali berkenalan dengan anda. Semoga tali ukhuwah ini akan terus terbina abadi. Amin.

  6. assalamualaikum wr wb,
    salam kenal dan senang bersilaturahim ke blog ini
    insyaallah salam dari sampean saya sampaikan ke cik zulfa, kalau tidak ada halangan insyaallah saya ber-idul adha di sana.
    wassalam

    Pangaporana, Cah. Baru kemarin buka blog, ternyata ada balasan dari jenengan. Makasih banget telah berkunjung di sini. Kalau ada kabar-kabar baru, mhn reply ke email saya ya! Ok. sukses selalu!

  7. asslmualaikum mas khalid,
    saya diaz dari surabaya,,
    ajarin buat wordpress seperti punya antum dunk..
    keren juga nih..
    cara nambahin plugin gimana yah..

    Hidup Revolusi Putih!!
    Tegakkan syariah dan khilafah!!
    AllahuAkbar

    ass. alhamdulillah salam kenal Mas Diaz. Gimana kabarnya arek-arek Suroboyo. Tetap istiqomah dalam dakwah ya! Sabar aja, segala perjuangan yang bersandar pada-Nya pasti akan menang, insyaallah. Oh ya, kalau belajar Gimana bikin blog saya hanya pake jurus try and error. Benar di terusin salah diulangin. Ah, itu ilmu katon. Tak perlu harus berguru lama-lama. Cukup sediakan sedikit waktu, ketak-ketik jadi deh. Kalau custom header dari blog ini memang saya bikin dengan coreldraw, kemudian disesuaikan dengan ukuran yang dimaui oleh WP. Wes ewes ewes jadi. Gitu aja kok repot!

  8. Hesty : peace!

    Jarwo Kwat : that’s right, brother!

    Hesty : Peace!

    Isa Marshanda : Sedikit-sedikit peace, sedikit-sedikit peace, peace koq cuma sedikit???

    Jarwo Kwat : Pak Isa, please dong ah! Ini masalah yang sangat relevan dan signifikan!

    Habudi : Ini adalah zaman yang serba hi-tech! dan kita juga harus hi-tech!

    Hesty: Peace!

    Assalamuaikum, gimana kabarnya dik Hesty? Makasih telah mampir di gubuk mayaku ini. Tetap semangat ya! Kan zamannya Hi-Tech. Kalau semangatnya hilang, bisa jadi K-tech donk? Ogah ah…Salam tuk adik-adik di SMUBoy yang lain.

  9. Selamat, ya Bi..! Smoga selalu istiqomah di jln Da’wah. Aku terkenang beberapa thn yll, ketika aku minta tolong untuk posting ke redaksi sebuah surat kabar..antum bingung,kan? Karena masih gaptek..soal internet, but now..aku yang harus belajar pada antum.. Sukses selalu,Alloh selalu menyertaimu.. Allooohu Akbar! (Yours)

    Oh, bunga dalam jambangan hatiku, makasih banget ya! Hei, jangan omong-omong po’o. Jadi malu nih, hik..hik..hik. Allahu Akbar, semoga Allah meridloinya.

  10. alhamdulillah, dulur aku isih iso pencet keyboard neng warnet, dadi saiki iso sowan dateng blog njenengan, trus semangat, kreatif dan inovatif dalam berdakwah tebarkan kebaikan

  11. assalamualaikum…………..

    akhirnya dtg jg hehe……, eh akhirnya ak ktmu jg ma sodara q yg tlh lama hilang di tengah2 keramaian.

    pa kbr ni?? dah lama bgt qt g ktmu.

    ak lupa alamat email q klo ni almt friendster q.

    Wa’alaikumussalam, Hei, beremma kaberna, lek? Bede dimma nengkene, kerongnga ye. Gmn kuliah kedokteran giginya dah kelar? Kalau pulang kampung nanti, sampaikan salam sama Bek Dilla, Bek Timah, Bek Diya, Bek Esa, Ziza, Iffa Pako, Togog, dan yang lainnya. Ok, sukses selalu, ya!

  12. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Semoga istiqomah dan barokah
    Allohuakbar !
    Wassalamualaukum Wr. Wb.

    Wassalammu’alaikum, alhamdulillah Gus Dur hadir di gubuk mayaku ini. Selamat datang. Maaf, kalau tak dapat menghidangkan sesuatu yang berarti. Terima kasih atas kunjungannya. Selamat berjuang! Allohu Akbar Al izzatu lillah!

  13. tatkala mentari pgi siratkan cahaya hingga bumipun terbangun dari lelap mimpi.
    Perjuangan yang tiada akhir sang mentari harus kita tanamkamkan dalam ranah hati tuk terus berikan sekelumit kata yang bisa crahkan jiwa tuk arungi samudra yang fana.

    Gus, q seneng banget jalan2 nek blok nyapean kapan2 ajari q za.

    KEEP FIGHT for ISLAM

  14. tatkala mentari pgi siratkan cahaya hingga bumipun terbangun dari lelap mimpi.
    Perjuangan yang tiada akhir sang mentari harus kita tanamkamkan dalam ranah hati tuk terus berikan sekelumit kata yang bisa crahkan jiwa tuk arungi samudra yang fana.

    Gus, q seneng banget jalan2 nek blok nya pean kapan2 ajari q za.

    KEEP FIGHT for ISLAM

  15. “Rupanya kehidupan hedonis kapitalistik telah membentuk banyak manusia berhati batu. Meski sebenarnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Walaupun mengerti tetapi hati terpenjara dalam jeruji. Jeruji apa? Jeruji individualisme.”

    apik….

  16. Ass. Wr. Wb.
    Walau sudah lama kenal darat, tapi baru sekarang bisa mampir, singgah di rumah maya milik Antum, smoga tetap semangat dalam dakwah. OK BANGETS

  17. Ass. Wr. Wb.
    Walau sudah lama kenal darat, tapi baru sekarang bisa mampir, singgah di rumah maya milik Antum, smoga tetap semangat dalam dakwah. suwun

  18. Asslamu’alaikum Wr Wb

    Hey cak gmn kbarnya? Wah tambah pinter jg adikku yang gantheng mantan penyiar radio islam online. Semua kenangan manis tak terlupakan, sewaktu berjumpa dan bergelut dengan dakwah bersamamu. Masi inggat tho? Aku lho arek bojonegoro

    Wasslamu’alaikum Wr Wb. Waduh, gmn kbrnya, Ust? Kalau bukan karena ente, sory aje ye ane buka ape2. Tetap istiqomah dalam dakwah. Ane juga tak akan pernah mampu melupakanmu. Selamat berjuang di medan duri dakwah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s