Guru (masih) Pejuang

Oleh: Garmawandi
Staff Dinas Pendidikan Kabupaten  Belitung, sedang tugas belajar di MM UGM.

“Guru masih dijadikan “kambing hitam” atas gagalnya bangsa ini membangun moral bangsa yang sudah mengarah kepada  kebobrokan nurani dan meninggalkan etika”

PENDIDIKAN dengan sekolah sebagai organisasi atau entitas yang menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran, dituntut untuk mampu melakukan perubahan prilaku peserta didik untuk menjadi lebih dewasa dalam menapaki perubahan zaman yang sudah semakin tua dan semakin tidak menentu.

Kini tugas guru bukan hanya mengajarkan ilmu dan pengetahuan yang secara mandiri bisa dipelajari sendiri, akan tetapi guru sudah harus melakukan perjuangan yang luar biasa guna mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kejam dan semakin kompetitif.

Pendidikan sebagai suatu proses merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengolah input yang berproses untuk mendapatkan output dan outcome yang mampu bersaing dan diterima oleh lembaga pendidikan tinggi dan pasar kerja sebagai sebuah hasil produk pendidikan yang inovatif, bernilai jual tinggi, kompetitif serta memiliki nilai daya saing.

Pertanyaannya sudah siapkah kita sebagai guru untuk membangun keinginan masyarakat dan bangsa ini untuk menghasilkan output dan outcome pendidikan yang berdaya saing tinggi sebagai bentuk layanan jasa pendidikan yang berkualitas tinggi sehingga mampu menciptakan kepuasan, kesetiaan dan loyalitas masyarakat terhadap proses pendidikan yang dilakukan oleh guru di sekolah.

Guru, dalam Bahasa Singhali di Srilanka memiliki makna yang pas untuk dianggap sebagai seorang pencerah masa depan. Gu yang diadoposi dari kata “Go” yang berarti “gelap”; dan kata Ro yang diadopsi menjadi “Ru” yang berarti “terang”, merupakan sebuah padanan kata yang menggambarkan bahwa seorang yang dianggap guru adalah seseorang yang  mampu mengantarkan seseorang (anak didik /siswa/murid) dari kegelapan menuju terang. Guru adalah sang pencerah.

Dengan kondisi ini, guru merupakan pejuang pendidikan yang secara naluri, nalar dan nurani berdasarkan logika dan etika dianggap sebagai orang yang mampu membawa perubahan perilaku terhadap bangsa ini melalui proses pembelajaran dan pendidikan bermakna terhadap proses yang dilakukannya di sekolah. Guru masih menjadi roles of model bagi masyarakat dan bangsa ini dalam membangun prilaku etik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Guru masih menjadi orang yang selalu digugu dan ditiru, dan masih dijadikan rujukan atas gagal dan berhasilnya pembangunan manusia dan bangsa Indonesia saat ini.

Guru adalah manusia biasa yang memiliki tugas dan beban moral yang berat dalam membangun karakter dan prilaku bangsa ini yang selalu berhadapan dengan paradigma dilema etik dalam melaksanakan tugas mulianya di dunia pendidikan. Guru masih dijadikan “kambing hitam” atas gagalnya bangsa ini membangun moral bangsa yang sudah mengarah kepada  kebobrokan nurani dan meninggalkan etika semuanya selalu ditumpahkan kepada guru, dengan tanpa memandang sisi lain dari suatu sistem yang digunakan, serta carut marutnya birokrasi yang membuat guru semakin tak berdaya.

Akhirnya kita sebagai guru tinggal berpikir dan berbuat bagaimana bangsa ini harus dibangun. Keefektifan kepemimpinan pendidikan dan adanya upaya melakukan pemberdayaan pendidikan di segala sektor yang berbasis Manajemen Mutu Terpadu (MMT/MBS) yang diikuti dengan pengembangan tatakelola pendidikan yang efektif, efisien dan ekonomis berbasis pelayanan sektor publik yang hakiki, utuh dan benar diharapkan akan mampu menjadikan  guru Indonesia menjadi seorang pejuang pendidikan sejati.

Guru kita masih harus berjuang untuk membangun  kualitas pendidikan bangsa ini melalui komitmen, kejujuran dan keikhlasan yang teguh dilandasi dengan etika kepemimpinan yang hakiki sehingga bangsa ini mampu menghasilkan kepemimpinan nasional yang lebih lebih berdaya, jujur dan penuh keikhlasan.

Akhirnya, selamat berjuang guru Indonesia, selamat memperingati Hari Pendidikan; dan semoga momen ini menjadikan kita insan pendidikan lebih mampu membangun pendidikan kita kearah yang lebih baik dan lebih berdaya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s