Agenda Yang Terlalaikan

Ada dua agenda penting LPI Al Azhaar yang terlewatkan hingga tak sempat dituliskan di blog ini. Padahal dua agenda tersebut merupakan agenda besar yang rutin diadakan oleh lembaga. Mengapa? Satu pertanyaan simple yang mengantarkan kita pada sejumlah persoalan. Diantara persoalan itu adalah tidak adanya amanah khusus terhadap siapa yang harus menuliskan agenda penting itu. Semua pihak saling menunggu dan berharap ada teman lain yang menuliskannya. Apa yang terjadi? Ternyata tak satupun yang mengabadikannya dalam bentuk tulisan menarik yang tak sekadar informasi saja.

Sibuk? Adalah alasan klasik yang kadang menemui kebenaran kadang pula tidak. Malas? Mungkin ya! Tapi, hal ini tak selalu benar. Alasannya, masing-masing asatidz memiliki porsi mengajar yang hampir sama, rata-rata 38 jam pelajaran dalam seminggu. Ditambah bahwa banyak diantaranya yang belum memiliki komputer di rumah. Mau mengetik di sekolah selalu terkendala antri. Apalagi dua agenda penting tersebut bersamaan dengan masa ujian semester. Masing-masing sibuk menyiapkan materi ujian dan mengumpulkan nilai. Bagi wali kelas tentu hal ini menjadi beban tersendiri. Lalu yang lain? Ya, para asatidz ini banyak memiliki kesibukan lain di lingkungan masing-masing di luar sekolah.

Barangkali ini adalah alasan mengapa dua agenda penting itu terlewatkan dan tak sempat dituliskan. Salahkah? Tidak, ini hanya kelalaian saja. Ya, kelalaian yang berkepanjangan. Ke depan, kiranya penting untuk dibahas tentang beberapa hal ini. Jangan menjadikan sejumlah persoalan yang ada sebagai alasan untuk tidak aktif. Begitulah kalimat penggugah yang seringkali didendangkan oleh para trainer. Sulitkah? Sebagian mengatakan ya begitu, sebagian lagi masih terus berharap datangnya mood. Artinya, kalau mood itu datangnya tahun depan berarti tahun depan baru bisa dituliskan. Tapi, kalau mood tak juga datang maka mood akan menjadi moodar. Benar begitu?

Dua agenda penting itu…

Dua agenda penting yang dimaksud adalah workshop (rapat kerja tahunan yang diselenggarakan oleh LPI Al Azhaar) dan penghantaran santri baru tahun pelajaran 2007/2008. Dua agenda penting itu hingga selang sekian bulan hampir tak ada yang mengabadikannya di blog sekolah bahkan di blog masing-masing guru. Sungguh sangat disayangkan.

Workshop LPI Al Azhaar yang berlangsung selama 2 hari (14-15/6) tersebut membahas berbagai hal mengenai rencana ke depan dalam menjalankan misi pendidikan di lembaga. Presentasi dari masing-masing unit kerja dan jenjang mewarnai pertemuan tahunan itu. Ada hal baru yang menggugah keingintahuan dan ada pula hal lawas yang kembali diperbarui dan diracik sedemikian rupa. Konsep-konsep ideal kembali bertebaran memompa spirit kompetisi antar jenjang dan unit kerja. Satu asa yang didamba dari workshop ini adalah semoga semua tugas dan pekerjaan baru itu dapat terselesaikan dengan baik. Tentu saja perlu disadari bahwa keterbatasan yang ada janganlah dijadikan kendala yang menghambat kemajuan. Harapan dan bintang terang itu harus terus dirupakan dalam wujud pengorbanan dan pengabdian yang tulus.

Berulangkali Direktur LPI H. Imam Mawardi mewanti-wanti agar para guru tidak patah semangat dalam menjalankan misi pendidikan yang bertujuan mulia ini. “Kalau kita tulus dalam melangkah pasti akan ada jalan keluar,” katanya memberikan semangat. Untuk meningkatkan kualitas, sudah barang tentu setiap guru harus meng”up-grade” kemampuannya. Jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang ada. Kalau bisa, sedini mungkin kemampuan itu harus terus diasah dan dikembangkan. Energi-energi kreativitas dari masing-masing civitas harus terus dimunculkan sehingga akan menciptakan iklim “persaingan bermartabat”. Semua ini tak lain bertujuan untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan bersama yang penuh kemuliaan.

Selepas workshop LPI Al Azhaar dihadapkan dengan persiapan menggelar hajatan rutin “penghantaran santri” tahun pelajaran 2007/2008. Perhelatan “penghantaran santri” tahun ini dilakukan secara bersama-sama oleh semua jenjang, berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan secara terpisah.

Penghantaran santri baru tahun pelajaran 2007/2008 ini diadakan di aula STAIN Tulungagung, Sabtu (28/6), bulan lalu. Terbagi dalam dua waktu yang berbeda. Paginya penghantaran santri PAUD dan TK, siang harinya mulai jam 12.00 WIB jenjang SD dan SMP. Sangat ekonomis, baik dari segi efisiensi maupun efektifitas kerja. “Kalau penyelenggaraannya seperti ini terus, kerja para-CS (cleaning servis) tentu akan menjadi lebih ringan, Pak,” kata Pak Sarpan, koordinator CS LPI Al Azhaar. “Semoga tahun berikutnya akan seperti ini lagi, ya!,” harap Pak Sarpan meneruskan perkataannya.

Seperti yang jamak terjadi setiap perhelatan “penghantaran santri” selalu disemarakkan oleh penampilan panggung para santri kreatif dari masing-masing jenjang. Paduan suara SD Al Azhaar, misalnya, membawakan beberapa buah lagu religi dan hymne. Saat menyanyikan lagu hymne guru, tak sedikit dari para wisudawan santri yang tampak sangat terharu. Bahkan ada diantara mereka yang saling berpelukan dengan teman disebelahnya, dan suasana pun mengharu-biru.

Perjuangan pendidikan ini masih teramat jauh. Kelulusan bukanlah sebuah akhir dari perjuangan. Hal ini disadari benar oleh para walisantri yang hadir diperhelatan tersebut. “Perjuangan orangtua dalam mendidik anak ke depan akan semakin berat tantangannya,” helah Munhadi, salah satu walisantri SD Al Azhaar. “Semoga saya dapat meneruskan perjuangan penuh ketabahan dari para asatidz di Al Azhaar dalam mendidik anak saya,” harap ayah dari Tsalis Fathurrahmah ini, lagi. Para walisantri ini pun berharap pintu kelulusan ini akan membuka pintu-pintu kelulusan lainnya yang membawa kesuksesan di kehidupan anak-anaknya nanti.

Alhamdulillah, perhelatan ini berjalan dengan sukses dan lancar hingga akhir acara. Selamat meneruskan perjuangan wahai anak-anakku. Tantangan ke depan akan jauh lebih berat lagi. Tekadkan diri untuk terus menuntut ilmu demi agama, orangtua, sahabat dan semuanya. Salam sukses mulia! Allahu Akbar! (Wahyoe)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s