Catatan Perjalanan “Tadabbur Alam”

Hari Senin (26/5) kemarin, sebanyak 75 Santri kelas enam SD Islam Al Azhaar mengikuti kegiatan Tadabur Alam di Jatim Park Malang. Pagi-pagi sekali bus yang akan membawa rombongan telah tiba di tempat. Satu-persatu peserta datang diantar oleh sanak keluarganya. Para guru pun tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dan meminta para santri untuk segera naik ke bus masing-masing. Setelah mengadakan pengecekan terhadap para santri untuk memastikan tak ada yang ketinggalan, kendaraan pun siap diberangkatkan. Mengawali perjalanan pagi itu, Ustadz Maksum mengajak para peserta melantunkan doa perjalanan, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dalam perjalanan. Tepat jam tujuh pagi, bus Lina Jaya yang membawa rombongan melaju perlahan meninggalkan

Alhamdulillah, perjalanan rombongan ini berjalan lancar hingga ke tempat tujuan. Meskipun pada awalnya timbul kekhawatiran karena di tengah perjalanan banyak anak yang mabuk. Ditambah lagi ada informasi bahwa pada hari itu parkir kendaraan penuh sesak karena pengunjung yang membludak. Namun, kekhawatiran itu pupus setelah rombongan sampai di tempat tujuan. Kekhawatiran yang dimaksudkan tersebut ternyata tak terbukti. Bersyukur sekali, rombongan peserta tadabbur alam ini dapat masuk ke tempat pariwisata yang masyhur di Jawa Timur itu dengan nyaman.

Jatim Park merupakan obyek wisata yang memadukan konsep pendidikan dan pariwisata sekaligus dalam satu ruang dan waktu. Hal ini tercermin dari slogan yang diusungnya “taman belajar dan rekreasi”. Untuk mendukung hal ini Jatim Park telah menghadirkan wahana seperti galeri belajar (biologi, kimia, matematika, dan fisika). Galeri belajar ini mampu menampung sebanyak 300 siswa. Sebuah pilihan yang tepat, sementara ini, sebagai tempat tujuan rekreasi sambil belajar. Ditambah lagi dengan posisinya yang terletak di lereng Gunung Panderman, Jatim Park menjadi tempat yang begitu indah dan menyenangkan. Barangkali karena suguhan kenyamanan dan keindahan itulah yang menyebabkan banyak pengunjung tak bosan untuk kembali.

Ketua pelaksana Ustadzah Khoirun Nikmah mengatakan bahwa tadabbur alam ini merupakan bentuk aplikasi pembelajaran langsung di alam. Melalui model pembelajaran ini, para santri diharapkan mampu mengenal alam lebih dekat. Selain juga dimaksudkan untuk memupuk rasa syukur mereka kepada Allah SWT. Karena kegiatan ini dilaksanakan usai ujian akhir kelas enam, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana hiburan bagi para santri tersebut.

“Paling tidak, kegiatan ini sedikit membantu mereka melepaskan ketegangan setelah mengikuti ujian akhir yang sangat menentukan bagi kelulusannya.” Demikian yang diungkapkan oleh Ustadz Yudi Erwanto. Bapak satu anak ini juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini biasanya menjadi agenda rutin sekolah setiap tahunnya. Hal ini dipertegas dengan pernyataan Ustadz Maksum, Kepala Sekolah SD Islam Al Azhaar, yang mengatakan bahwa kegiatan ini sudah lama diagendakan jauh hari sebelumnya.

Sementara itu, berhubung banyak guru yang didaulat untuk mengiringi rombongan tadabbur alam ini, para santri kelas lainnya harus dipulangkan lebih awal dari biasanya. Sebanyak 12 orang guru ikut dalam kegiatan tadabbur alam ini, semua guru tersebut adalah para wali kelas. Selain mereka terlihat pula perwakilan dari TK, klinik Al Azhaar, dan KUB “Layanan Amanah”. Mereka adalah Ust. Maksum, Ust. Heru Saif, Ust. Dwi Afrianto, Ust. Yudi Erwanto, Ust. Edi Suryanto, Ustdz. Arina Rochana, Ustdz. Dilla Charisma, Ustdz. Fitri, Ustdz. Sofi, Ustdz. Susi, Ustdz. Siti, Ustdz. Lia, Ust. Rahmat ‘Sang Manager KUB,’ dan Ust. Hadi, Kepala klinik Al Azhaar beserta keluarganya.

Selama tadabbur alam ini berlangsung, selain menikmati alam sekitar, para santri juga disibukkan dengan tugas-tugas mata pelajaran yang harus mereka tuntaskan. Tugas-tugas mata pelajaran itu meliputi Matematika, PKPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan lain-lain. Mereka harus menuntaskannya karena hal ini berkaitan dengan nilai raport yang harus mereka terima nantinya. Setelah lelah menikmati tempat wisata dan berkutat dengan tugas-tugas yang ada. Para peserta tadabbur alam ini kemudian kembali ke bus masing-masing. Sekitar pukul empat sore rombongan ini bertolak meninggalkan tempat wisata tersebut.

Selepas meninggalkan “Jatim Park” para peserta tampak letih dan kelelahan. Namun kelelahan tersebut seakan terhapus oleh senyum bahagia di wajah mereka. Ditanya tentang kesannya mengikuti kegiatan ini, Zahra, salah seorang santri kelas enam mengatakan ia sangat senang dengan kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini mungkin terakhir kali baginya dapat bersama-sama dengan teman-temannya. Kesan mendalam tampak diwajah gadis ABG putri dari seorang pelukis terkenal di Tulungagung ini. Zahra juga berharap para alumni Al Azhaar akan tumbuh dan mekar seperti bunga yang menebarkan bau harum di sekelilingnya. Menjadi permata bagi orangtua dan harapan bagi bangsa. Seperti halnya Zahra, seperti itu pula harapan kita semua. Amien. Alaisa kadzalika? (dien)

Iklan

One thought on “Catatan Perjalanan “Tadabbur Alam”

  1. subhanallah, mantabs bro….,gw sepakat neh, so kapan neh kita ndaki bareng, sekedar belajar mengenalli dan mencintai negeri elok indonesia raya tercinta tanah air beta ini? salam kenal dan salam petualangan ya.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s