Mendorong Anak Cinta Islam

Keadaan umat Islam hari ini, terasa semakin memprihatinkan. Usaha-usaha untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam semakin terang-terangan. Berbagai cara dilakukan untuk membuat opini yang berkembang di tengah-tengah masyarakat agar jauh dari Islam, baik melalui media massa cetak maupun elektronik. Serbuan budaya asing melalui televisi dan buku-buku bacaan. Bahkan merambah ke dunia pendidikan formal yang harus dilalui oleh anak-anak kita.

Sementara, di lain pihak kita juga cukup bangga dengan perkembangan kesadaran umat Islam untuk kembali kepada ajaran-ajaran Islam. Bahkan gaung perjuangan umat untuk kembali kepada syariat Islam terdengar nyaring dimana-mana.

Sebagai seorang ibu, tentu tak boleh ketinggalan. Ibu memiliki tugas untuk mendidik anak agar mencintai Islam dan menjadi pejuangnya. Ibu harus menjadi contoh sosok tersebut bagi anak-anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan selain memberi teladan, yaitu:
Ceritakanlah kepada anak kisah para nabi, yang berjuang menyampaikan petunjuk-petunjuk Allah. Sehingga anak-anak dapat menangkap nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para nabi.

Begitu pula dengan kisah para sahabat yang membantu nabi menyebarkan ajaran Islam. Dan para tabi’in, tabiut tabi’in, dst yang meneruskan perjuangan para nabi dan sahabat, yang rela mengorbankan harta dan nyawa hingga Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia. Kata nabi: “Para sahabatku laksana bintang-bintang di langit, kepada siapa saja (diantara mereka) kalian mengikuti, maka kalian akan mendapat petunjuk”.

Kisah Perang/Penaklukan Para Pejuang Islam

Ceritakan kisah perang dan penaklukan dalam sejarah penyebaran Islam. Sejak dipimpin Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan oleh para khalifah. Misalnya penaklukan perang Qodisiyah, penaklukan konstantinopel, dll agar anak-anak dapat menghayati suasana peperangan yang terjadi. Bagaimana para pejuang Islam melakukan peperangan dengan mengikuti aturan perang menurut Islam, dengan berbagai strategi perang mereka yang hebat.

Sediakan buku sejarah Islam dengan lengkap, sehingga anak tahu perkembangan umat Islam dari masa ke masa. Mulai dari masa kejayaan Islam yang dimulai dari hijrahnya nabi dari Mekah ke Madinah –yang mampu memimpin dunia, sampai masa keruntuhan Islam dengan lenyapnya daulah Islamiyah sebagai institusi formal dalam menerapkan syariat Islam.

Lagu-Lagu Islam dan Perjuangan

Sediakan kaset/CD lagu-lagu tentang Islam dan perjuangan, agar anak sering diperdengarkan lagu-lagu perjuangan untuk mengcounter lagu-lagu cengeng percintaan yang saat ini begitu populer sampai kalangan anak-anak kecil. Dengan demikian, diharapkan anak dapat menambah wawasan ke-Islaman dengan suasana gembira melalui irama lagu, dan jiwanya pun bergetar mengikuti irama march dari dentuman lagu-lagu perjuangan yang penuh semangat.

Peduli dengan Keadaan Umat

Seeorang akan berjuang jika mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Kepedulian terhadap sesama muslim dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan mengikuti perkembangan dunia dan umat Islam. Membaca atau menonton berita merupakan kebutuhan untuk mengetahui perkembangan dunia dan umat Islam. Tumbuhkan suasana diskusi untuk membiasakan anak memberikan komentar terhadap setiap berita sesuai dengan pemikiran Islam.

Sering-seringlah mengajak anak untuk berada di tengah-tengah jamaah kaum muslimin dalam berbagai acara. Sehingga anak terbiasa berinteraksi dengan kaumnya dan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh kaumnya.

Libatkan anak untuk membantu sesama muslim yang membutuhkan dengan apa yang mereka bisa lakukan.

.

Kegiatan-Kegiatan Islam

Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keislaman baik secara aktif maupun pasif; baik sebagai kegiatan keluarga bersama orangtua, maupun kegiatan anak sendiri. Dengan seringnya anak mengikuti kegiatan ke-Islaman, anak akan dapat merasakan denyut perjuangan dari para bapaknya dan para tokoh-tokoh Islam yang sekaligus akan menjadi idolanya.

Perbanyak Informasi ke-Islaman

Sediakan informasi ke-Islaman yang banyak baik media cetak maupun elektronik; buku, majalah, koran, buletin, tabloid, CD/DVD film tentang Islam.

Teman Bergaul

Carikan teman-teman yang bisa membentuk forum untuk membicarakan ke-Islaman diantara mereka, dan tentunya terdapat nara sumber/guru untuk membimbing dan mengarahkan mereka. Sehingga pemikiran-pemikiran Islam bisa melekat dan terus meningkat dalam benak mereka. Pembicaraan yang terjadi di antara teman sebaya biasanya lebih mudah untuk dipahami dan diterima.

Jadwal Harian yang Kondusif

Orangtua dapat membantu membuat jadwal harian agar tidak pernah kosong dengan kegiatan untuk Islam. Apakah membaca buku, menonton film Islami, dengarkan lagu-lagu Islami, mengikuti acara ke-Islaman, mengikuti berita perkembangan dunia dan Islam, dll.

Istiqomah melaksanakan Amalan Harian

Secara bertahap usahakan untuk meningkatkan frekuensi amalan ibadah harian untuk menjaga dan meningkatkan ruhiyah (kesadaran akan hubungan sebagai hamba kepada Allah SWT. Karena ruhiyah inilah yang akan menjadi spirit anak dalam menapaki langkah-langkah hidupnya.

Ibu jangan lalai untuk mengontrol sholat wajibnya, tilawatil qur’annya sehingga selalu berusaha mengkhatamkan qur’an, zikir harian untuk perlindungan diri dari gangguan syetan, dll terus tingkatkan secara bertahap dengan ibadah sunnah seperti sholat malam, puasa, sedekah, dll.

Bahasa Arab

Belajar bahasa arab sangat penting karena bahasa arab adalah bahasa Islam. Bahasa arab adalah kunci pembuka khasanah ilmu-ilmu Islam. Sejak dini anak dimotivasi untuk menguasai bahasa arab, dimulai dengan menguasai bahasa al qur’an. Anak-anak menguasai makhrojul huruf hijaiyah dengan baik, membaca ayat demi ayat, menguasai tajwidnya. Selanjutnya mempelajari mufrodat (kata-kata dalam bahasa arab) baik yang ada dalam surat-surat pendek dalam al qur’an maupun kata-kata yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari, dan terus tingkatkan untuk mendorong anak dapat membaca kitab-kitab berbahasa arab. Sediakanlah kitab-kitab berbahasa arab dan kitab-kitab terjemahannya.

Menjaga Kesehatan Fisik

Anak-anak harus dimotivasi untuk selalu menjaga kesehatan dan berolahraga. Berjuang perlu kekuatan fisik. Kata nabi: ”Ajarkan anakmu olahraga berenang, berkuda dan memanah…”

Khotimah

Semakin gencarnya serangan Barat untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam, harus mendorong kita para ibu untuk mencetak generasi yang imun terhadap virus sipilis (sekulerisme, pluralisme dan liberalisme). Dengan keadaan masyarakat dan lingkungan yang tidak kondusif untuk pendidikan anak-anak muslim, maka ibu sebagai madrasah pertama dan utama harus berusaha seoptimal mungkin untuk dapat menumbuhkan rasa cinta anak kepada Islam dan semangat berjuang untuk Islam. Wahai ibu, selamat berjuang! [Mbak Rini/www.suara-islam.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s