Mengajarkan Anak Cinta Ibadah

Mengajarkan Anak Cinta Ibadah

Mengajarkan anak melaksanakan ibadah harus dilakukan sejak usia dini. Terutama para ibu, yang sudah mengajarkannya pada anak sejak dalam kandungan. Ia sudah membawa serta saat sholat maupun ketika melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.Demikian pula pengenalan terhadap kecintaan pada Allah, yang dilakukan dengan prosesi berzikir, bertakbir, bertahmid, bertasbih, dan membaca tahlil. Semua itu dilakukan hingga jabang bayi lahir kedunia fana ini.Setelah anak mulai memasuki dunia sekolah, tentu proses pengajaran dan pengenalan tentang ibadah akan sedikit bergeser, yakni pada praktik sehari-hari. Baik ucapan maupun perbuatan. Misalkan ketika makan, minta ia membaca do’a sebelum menyuap makanan. Setelah selesai makan orang tua meningkatkan anaknya untuk mengucapkan “ alhamdullilah. “ ucapan ini mengajarkan anak agar ia senantiasa berterima kasih pada Allah SWT. Jelaskan juga makanan yang tadi dimakannya merupakan pemberian dari Allah. Air yang di minumnya milik Allah. Manusia tidak bisa membuat air. Manusia hanya bisa memanfaatkan air.Ketika bangun dari tidur malam merupakan rahmat dari Allah SWT. Ibu yang salehah akan membacakan di hadapan anaknya firman Allah yang artinya : “ Dan karena rahmatNya Allah jadikan untuk manusia malam dan siang. Supaya kamu beristrirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia Allah pada siang hari agar kamu bersyukur padaNya.” (QS. Al Qasahash : 73).Setiap aktivitas anak dapat dihubungkan dengan kebe-radaan Allah SWT. Pada saat bermain misalnya ada yang kalah ada yang menang. Kalah dan menang merupakan ketetapan dari Allah. Manusia hanya berusaha untuk menang tapi manusia tidak dapat menentukan kemenangan. Pengertian ini akan menyandarkan anak bahwa kemampuan dirinya hanya berusaha meraih kemenangan. Ia tidak dapat memastikan akan menang dalam permain. Kekalahan bukan berarti Allah SWT tidak sayang padanya dan kemenangan bukan Allah SWT sayang. Kekalahan mengajarkan anak kekurangan pada dirinya dan memberinya pengalaman dalam hidupnya.Cara lain mengajarkan anak mencintai Allah dengan memperlihatkan ciptaanNya yang terdapat pada dirinya atau pada alam sekitar. Ajak anak pergi berdarmawisata. Katakan padanya keindahan alam itu ciptaan Allah SWT. Jika anak merasa kegum dan takjub pada ciptaan Allah timbul rasa cinta pada Allah.Seorang yang telah mencintai Allah di akan menuruti segala perintah Allah yang ia cintai itu. Diantara sekian banyak perintah Allah yang utama ialah megerjakan shalat Wajib lima waktu sehari semalam.Kewajiban mengerjakan shalat sebagai bukti seorang hamba mensyukuri nikmat Allah yang telah ia peroleh. Shalat merupakan sarana seorang hamba bermohon pada Allah. Doa semua makhluk didengar Allah. Demikian pula dengan do’a tulus seorang anak. Doanya akan didengar Allah.Mengajarkan anak shalat hindari cara-cara ancaman. Misalnya : “ Jika kau tidak shalat nanti kau dimasukkan dalam neraka. Disiksa Allah dalam kubur.” Dan ancaman lainya.Dalam kehidupan keseharian anak, Allah SWT diperkenalkan sebagai maha pengasih lagi maha penyayang sehingga dalam persepasi anak Allah sosok yang sangat baik dengan sifat-sifat baiknya seperti maha pengampun, maha pemberi, maha pemaaf dan sebagainya. Sifat-sifat tersebut harus ada pada diri manusia agar disayang Allah. Syarat utama disayang Allah, patuhi perintahnya jauhi segala laranganya. Semua larangan Allah semata-mata untuk kebaikan manusia. Allah SWT melarang mencuri karena mencuri itu merugikan orang lain.Allah menyuruh hambanya berbuat baik sesamanya karena kebaikan itu membuat kehidupan menjadi damai.Orangtua muslim dapat belajar dari kisah Luqman dalam mendidik anak-anaknya mencintai Allah. Luqman menasehati anaknya agar jangan mempersekutukan Allah. Ini ajaran tahuid yang harus di tanamkan pada setiap anak-anak muslim. Setelah seorang anak mencintai Allah. Ia harus mencintai Rasulullah SAW.Luqman memerintah akan agar berbakti kepada ibu bapaknya, karena ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah dan menyapihnya dari menyusui dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Allah dan kepada kedua orang tua.Hanya kepada Allah lah manusia kembali. Luqman memberitahu anaknya jika ada suatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu di langit atau dalam bumi, niscaya Allah akan membalasnya.Selain itu Luqman berpesan kepada anaknya jangan sombong dan membanggakan diri. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.Sumber: http://www.bkkbn.go.id/  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s