Ketaatn seorang Komandan

Ketaatan Seorang Komandan Waktu itu, pasukan Muslimin sedang bertempur melawan pasukan Romawi di Syam. Yang menjadi komandan, adalah Khalid bin Walid. Tiba-tiba Amirul Mukminin, Umar bin Khattab menyuruh Abu Ubaidah bin Al-Jarrah menyampaikan surat kepada Khalid. Isi surat tersebut, memberhentikan Khalid dari jabatan komandan, dan mengangkat Abu Ubaidah sebagai penggantinya.Sesampainya di Syam, Abu Ubaidah melihat pertempuran sedang berkecamuk hebat. Ia memutuskan untuk menunggu pertempuran selesai. Akhirnya, pertempuran dimenangi kaum Muslimin. Setelah itu, Abu Ubaidah pun menyerahkan surat kepada Khalid. Apa reaksi Khalid setelah membaca isi surat? Tak terbesit dalam hati Khalid untuk menyelisihi perintah Amirul Mukminin. Detik itu juga, tanpa menunggu lebih lama lagi, ia menyerahkan tongkat komando kepada Abu Ubaidah. Setelah itu, Khalid pun menjadi pasukan biasa dan bergabung dengan para Mujahid yang lain. Sungguh, pemecatan itu, tak menyurutkan langkah Khalid untuk terus berjihad. Inilah Khalid bin Walid, sebuah contoh agung bagi ketaatan seorang Muslim dalam melaksanakan perintah Amirnya.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s