Oleh: khalidwahyudin | November 2, 2009

MENJAWAB TANTANGAN

Kolom Kecil Sekadar Uneg-Uneg

SMKN 1 PagerwojoAkhirnya, SMK 1 Pagerwojo (Super) menjawab tantangan kecil yang sempat saya lontarkan dalam tulisan di blog ini, beberapa waktu lalu. Kamis (22/10/09) ada undangan yang singgah di sekolah. Isinya mengundang kepala sekolah dan staf (baca guru tinkom) untuk hadir dalam pertemuan sosialisasi penggunaan internet. Hadir dalam pertemuan tersebut semua kepala sekolah, kecuali kasek SMPN 2 Pagerwojo, yang berhalangan hadir karena kepentingan dinas yang lain. Kebetulan, saya hadir dalam pertemuan itu, mewakili kasek. Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | Oktober 16, 2009

HOT SPOT SMK SUPER

LOGO SMK SuperKemarin (Rabu, 14/10/09) selepas menyelesaikan tugas mengajar di SMP 2 Pagerwojo (selanjutnya disebut SMP Dewo, biar akrab saja), saya sempatkan mampir ke SMK Super (Sebutan dari SMK Satu Pagerwojo). Sebelumnya memang sudah saya niatkan untuk sambang ke SMK kebanggaan masyarakat Pagerwojo ini. Kebetulan, sahabat karib saya, Maryanto, S.Pd, tugas dinas di SMK ini.  Kuda hitam milik saya pun, saya tambatkan di parkiran depan yang luas. Saya sms Pak Mar (Panggilannya), saya tanyakan ia ada dimana. Tak seberapa  lama kemudian, ia membalas bahwa ia berada di ruang satu. Saya lalu bergegas ke ruang satu sesuai infonya. Sebelum itu, karena tak tahu dimana letak ruang satu, saya bertanya ke salah satu siswa SMK. Siswa itu mengarahkan jari telunjuknya ke salah satu bangunan yang terletak di bagian terendah dari seluruh bangunan yang ada di SMK tersebut.   Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | Oktober 16, 2009

MEWASPADAI DATANGNYA MUSIBAH LAIN

Sudah lebih dari sepekan lalu ‘Gempa Sumatra’ terjadi. Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7.6 skala ritcher itu terus bertambah. Berdasarkan data dari Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat (4/10), korban tewas berjumlah 603 orang. Kemungkinan korban tewas bisa mencapai 1.000 orang. Korban luka-luka juga terus mengalami peningkatan; yang luka berat sebanyak 412 orang dan luka ringan sebanyak 2.093 orang. Adapun korban yang mengungsi sebanyak 736 orang (Republika Online, 4/10/2009).

Namun, Pemerintah seperti tidak mau belajar. Seperti sudah menjadi kebiasaan, penanganan korban gempa oleh Pemerintah selalu terlambat. Buktinya, meski ribuan orang selamat, sebagiannya—terutama para pengungsi—tetap menderita. Pasalnya, meski telah enam hari pasca gempa, distribusi bantuan gempa terkesan lamban, padahal akses jalan ke sejumlah kabupaten dan kecamatan telah lancar. Akibatnya, sebagian besar korban gempa kini mulai mengaku kelaparan. Menurut warga, jangan bantuan sembako, tenda plastik darurat untuk berteduh pun tidak mereka dapatkan. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin nasib yang lebih buruk akan menimpa mereka, terutama anak dan balita. “Jangankan susu bubuk untuk bayi, beras pun belum pernah kami terima walau hanya satu kilogram. Kalau terus begini, bayi kami bisa kelaparan dan meninggal dunia,” keluh Siswandi warga Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman (5/10). “Biarlah rumah kami hancur diterjang gempa, yang penting anak-anak kami selamat…,” keluh Ibu Aisah yang mempunyai balita usia dua tahun (Detiknews, 5/10/2009). Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | Oktober 16, 2009

BERHARAP PADA DPR BARU?

KAMIS, 1 Oktober 2009, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini kembali disuguhi oleh salah satu peristiwa cukup besar sekaligus mewah: Pelantikan Anggota DPR Terpilih Periode 2009-2014. Pelantikan yang dikawal tidak kurang oleh 3000-an pasukan keamanan ini dikatakan peristiwa besar karena para anggota DPR baru tersebut selama lima tahun ke depan akan turut ‘menentukan nasib’ jutaan rakyat negeri ini. Pasalnya, sebagaimana sebelumnya, melalui tangan para anggota DPR-lah sejumlah produk UU yang mengatur seluruh kehidupan rakyat bakal lahir. Pelantikan ini juga sekaligus mewah karena menelan biaya sekitar Rp 11 miliar hanya untuk acara sekitar dua jam saja. Jumlah sebesar itu baru anggaran dari KPU. Padahal, sebagaimana lima tahun sebelumnya, acara pelantikan tersebut lebih bersifat seremonial belaka. Adapun dari DPR sendiri, Setjen DPR telah menganggarkan Rp 26 miliar atau sekitar Rp 46,5 juta peranggota untuk biaya pindah tugas (tiket keluarga anggota Dewan dan biaya pengepakan) bagi anggota baru terpilih dari luar Jakarta. Hal itu didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 7/KMK.02/2003 (Kompas.com, 9/9/2009). Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | September 28, 2009

Silaturrahmi dan Halal Bi Halal Keluarga Besar Woko Oetomo

WK 003Sudah menjadi budaya masyarakat muslim Indonesia, menyelenggarakan hajat tahunan, yang akrab disebut “Halal Bi Halal”. Acara ini menjadi semacam ajang silaturrahmi antar keluarga, yang dekat ataupun jauh. Kata halal bi halal sendiri, sebenarnya tak memiliki akar yang jelas dalam terminologi Arab. Ada yang berpendapat kata “Istihlal” lebih tepat digunakan daripada “Halal Bi Halal”. Karena kata istihlal, lebih bisa dipertanggungjawabkan secara kaidah kebahasaan ketimbang halal bi halal. Namun, karena sudah lumrah disebut dan populer, maka kata ini seakan menjadi kata tersendiri yang unik dan khas bagi masyarakat kita. Yang penting maksud dan tujuan mulia dari kegiatan ini tercapai. Dalam makna yang khusus, yakni terjalinnya silaturahmi (hubungan pertalian darah) yang senantiasa kekal antar keluarga dan sesama. Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | September 28, 2009

Ustadz Niam & Maktabah As-Syamilah

Panduan Maktabah SyamilahJumat (25/9) pagi-pagi sekali, saya bergegas ke Ma’had Ibnu Mas’ud. Melalui sms yang saya terima, Ustadz Niam mengizinkan saya meminjam CD program “Maktabah As-Syamilah” miliknya plus buku panduannya. Pengasuh Ma’had Ibnu Mas’ud yang hafidz Qur’an ini, meminjamkan CD program tersebut setelah saya memintanya melalui sms. Walau program ini tergolong cukup lama, namun saya belum memilikinya. Ada beberapa teman yang sebelumnya menjanjikan program ini. Tapi urung, gara-gara kesibukan yang tak tertahankan. Karenanya, saya teringat dengan teman dan juga guru saya, Ustadz Niam. Ya, saya ingat dulu ia pernah mengatakan kalau ia memiliki versi terbaru dari program ini. Kemudian, iseng saja saya coba men-sms-nya. Selang beberapa saat setelah itu, ia pun membalasnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | Juni 10, 2009

Sekilas Perjalanan: Mendaki Puncak Pagerwojo

Beranda DepanPerjalanan menuju SMP Negeri 2 Pagerwojo menawarkan banyak pesona keindahan. Panorama yang hijau dan sejuk sepanjang perjalanan, menjadi suguhan menarik bagi para pengendara. Di kiri dan kanan, tampak sawah-sawah dengan terasering yang tertata rapi. Berjajar tanaman tebu yang tumbuh menjulang dengan bunga-bunganya yang putih memberikan pesona hujan salju. Barisan pohon jati di tepi hutan semakin menambah asyiknya perjalanan. Akses jalannya pun tergolong mudah dan tak banyak menimbulkan kesulitan. Walau harus diakui ada beberapa tikungan yang harus diwaspadai dan membutuhkan kehati-hatian ekstra. Jalan beraspal yang tergelar hingga puncak dan pelosoknya, layak untuk dipuji. Memang tak sepenuhnya baik, ada beberapa ruas jalan yang sepertinya agak mengganggu dan membutuhkan perhatian lebih. Namun, kerusakan jalan itu prosentasenya kira-kira tak lebih dari 20 prosen saja. Dalam hal ini, tak salah kalau kita memberikan apresiasi yang sangat baik kepada pemerintah daerah. Baca Lanjutannya…
Oleh: khalidwahyudin | April 5, 2009

Hukum Islam Berkembang di AS

Hukum Islam Berkembang di AS

WASHINGTON–Seiring berkembangnya jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat (AS), pengaruh dan penerapan hukum Islam atau syariat dalam kehidupan di negeri Paman Sam juga meningkat.

“Hukum syariat adalah kewajiban seluruh umat Muslim,” ungkap Abdullahi an-Na’im, seorang guru besar hukum pada Emory University di Atlanta, seperti diberitakan Fox News, Senin (30/3). Menurut dia, syariat yang dipegang teguh umat Islam juga dimiliki umat agama lain. Pemeluk Yahudi memiliki Hukum Talmudic dan Katholik memiliki Canon Law. Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | April 5, 2009

Pencarian Energi di Zaman Kekhalifahan

Pencarian energi alternatif ternyata tak hanya dilakukan peradaban manusia modern. Energi selalu menarik perhatian manusia dari masa ke masa. Peradaban Islam di era kekhalifahan telah berupaya mengembangkan air dan angin sebagai energi. Semua itu tak lepas dari upaya para insinyur Muslim yang berhasil menemukan beragam tipe mesin dan alat-alat pintar (ingenious devices).

Sejatinya, peradaban pra-Islam juga telah mulai memanfaatkan air dan angin sebagai energi. ‘’Upaya ini mencapai puncaknya di masa peradaban Islam,’‘ ungkap Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology:An Illustrated History. Tak heran, jika kincir air dan angin pun tumbuh pesat di dunia Muslim dan menjadi bagian integral dari kebudayaan Islam. Baca Lanjutannya…

Oleh: khalidwahyudin | April 5, 2009

Ilmuwan Pengarang Risalah Teknik Mesin

Banu Musa bersaudara

Banu Musa bersaudara atau sons of Musa muncul pada abad ke-9 M. Mereka merupakan sarjana Muslim Persia, Baghdad, yang mengabdikan diri di Bait al-Hikmah. Mereka adalah Abu Ja’far Mu hammad Ibnu Musa ibnu Shakir (sebelum 803-873) yang mene kuni bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. Lalu, Ahmad ibnu Musa ibnu Shakir (803-873), spesialis mekanik dan teknik.

Dan, al-Hasan ibnu Musa ibnu Sha kir (810-873), spesialis pada bidang teknik dan geometri. Banu Musa merupakan anakanak dari Musa ibnu Shakir seorang penyamun dan kemudian se ba gai astrolog pada masa Khali fah al-Mamun. Ketika meninggal dunia, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda itu ke pada penjaga khalifah yang dipercayainya, yakni Ishaq bin Ibrahim al-Mus’abi, seorang mantan gu ber nur Baghdad. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori